Surat Kabar De Preangerbode dalam Lintasan Sejarah Kota Bandung

Sejarah Bandung

Pagi itu, suasana kawasan Cikapundung di jalan ABC Bandung masih sepi. Selain karena masih Idul Fitri, pagi dengan udara dinginnya membuat banyak orang memilih berkegiatan siang hari. Kecuali mereka yang sudah berjuang melawan dingin dan kantuk, untuk mendistribusikan surat kabar di sela-sela kota.

Sejak dahulu, kawasan tersebut memang dipakai sebagai tempat distribusi surat kabar di Kota Kembang. Di dekat kawasan tersebut masih berdiri kantor Pikiran Rakyat, kantor yang sebagian besar kegiatannya sudah pindah ke Jalan Soekarno Hatta, dekat Pasar Induk Caringin. Di sebelah barat, di daerah Banceuy, harian umum Galamedia masih berkantor di sana.
Sejarah Bandung
Dibanding kota-kota besar lainnya di Hindia Belanda, Bandung termasuk terlambat untuk mempunyai sebuah perusahaan surat kabar. Sekitar 85 tahun setelah terbitnya Bataviasche Koloniale Courant di Batavia, barulah kota yang baru dimasuki transportasi kereta api itu mempunyai surat kabar berbahasa Belanda pertama, De Preangerbode. Walaupun Bandung tidak diakui sebagai kota yang penting bagi kelahiran pers Belanda, namun De Preangerbode berhasil masuk dalam surat kabar kelas A menurut pengelompokan Von Faber. Surat kabar ini berhasil mencapai tiras sekitar 6000 sampai 9000 eksmplar per hari.

Berkembangnya surat kabar berbahasa Belanda di Hindia, dipicu oleh berkembangnya orang-orang Belanda. Selain perkembangan bisnis swasta yang mukai merebak, media cetak berkembang dengan membawa suara di luar pemerintah saat itu, yang masih berkuasa secara otoriter dan terus memecah orang-orang Hindia dengan sistem kasta.

De Prianganbode adalah surat kabar pertama di Priangan yang dieditori oleh JHLE. van Meeverden di Bandung. Koran ini muncul di bawah redaksi JR. De Vries & Co, yang kemudian semakin maju setelah bekerja sama dengan firma Kolff & Co. Dengan bahasa Belandanya yang fasih, tokoh pergerakan Abdul Muis pernah menjadi seorang jurnalis di sana.
Sejarah Bandung
Surat kabar ini lahir di kawasan Cikapundung. Kantor De Preangerbode, bangunan yang ada di gambar berada di samping utara pertokoan terkenal, Au Bon Marche di kawasan pertokoan elit Jalan Braga. Kantor yang berkegiatan sampai tahun 50-an itu juga berada di depan pusat pertokoan elit lain, Onderling Belang, yang di tahun-tahun terakhir bernama toko Sarinah.

Surat kabar dengan nama lengkap ‘Het Algemeen Indish Dagblad de Preangerbode’ ini dicetak oleh N.V Mij Vorking. Perusahaan ini dahulu berada di jalan Raya Pos, depan kantor PLN Bandung. Sayangnya sekarang, gedung yang sempat menjadi toko buku Sumur Bandung itu telah berupa padang ilalang, karena telah musnah dimakan jaman.

Keberadaan De Preangerbode kemudian disusul oleh surat kabar lain, terutama yang berbahasa Melayu di Bandung. Koran-koran tersebut bahkan menjadi bagian dari sejarah pergerakan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *