Monumen Untuk Tuan Bertus Coops


Sesosok Belanda ada di deretan gambar para pria mantan Walikota Bandung yang ada di sisi kanan pintu masuk Pendopo di Alun-Alun Bandung. Di Taman sejarah pun, sosok itu ada di deretan mantan walikota Bandung, dialah Bertus Coops.

Coops adalah walikota pertama kota Bandung, sejak kota ini diresmikan menjadi kotamadya di tahun 1906. Pria kelahiran Doesburg, 27 September 1874 ini memimpin Bandung dalam 2 kali masa jabatan. Sebelum menjadi walikota Bandung, Coops adalah seorang pelaut, prajurit KNIL, dan terakhir menjadi polisi yang pensiun di tahun 1914. Sebagai walikota, putera dari Fredrik Coops dan Johanna Gerharda van der Meij ini menunjukan beberapa prestasi yang akan dikenang oleh warga Bandung sampai sekarang.

Pemilihan Bandung sebagai tempat berdirinya TH (Technische Hogeschool), kini bernama ITB, tak lepas dari jasa dari Coops. Walikota yang terkenal karena suka mendengar keluhan warganya ini sanggup menyediakan lahan sekitar 30 hektar bagi berdirinya sekolah teknik tersebut di tahun 1919. Kesanggupan ini membuat gubernur jenderal saat itu J. P. Graaf Limburg Stirum memilih Bandung, menyisihkan Solo, Yogya, dan Jakarta sebagai kota kandidat lain.

Di tahun 1921, Coops meresmikan instalasi penyadap air Cibadak, di kawasan yang kini bernana ledeng. Bersama Bandung Belangen yang kemudian berganti nama menjadi Badung Vooruit, Coops memprakarsai diadakannya bursa dagang bernama Jaarbeurs. Bursa dagang tahunan ini mulai diadakan pada tahun 1920.

Dalam hal pengembangan kota, Haryoto Kunto menyebutkan, Coops bersama E.H. Karsten bersama-sama mengembangkan kota. Misalnya, mereka membangun pasar Kosambi, Cicadas, Kiaracondong, Andir, Ciroyom, dll, ketika keramaian ekonomi kota Bandung selalu terpusat di Pasar Baru dan Stasion Besar Bandung. Selain itu, dibangun pula halte-halte kereta api baru yang dekat dengan pusat ekonomi dan pemukiman seperti Cikudapateuh, Andir, Ciroyom, Jalan Jawa, dan Karees.

Di tahun 1928, Coops mengakhiri jabatannya sebagai walikota Bandung. Atas jasa membangun kota itulah, pemerintah membuat sebuah patung dada dan menempatannya di depan kantor walikota Bandung dahulu. Harian Bataviaasch Nieuwsblad tertanggal 14 Januari 1928 mengatakan, monumen yang dibuat oleh Maria Louise Poscharcher ini dimaksudkan untuk menyambut pengunduran diri walikota Coops beberapa bulan mendatang.

Selain dibuatkan patung, nama Coops pun sempat diabadikan sebagai nama jalan di Bandung, yaitu Burgemeester Coopsweg, penggalan bagian barat dari jalan Pajajaran sekarang. Di usia 91 tahun, tepatnya 12 Januari 1966, Bertus Coops meninggal dunia di Den Haag.

Ditulis oleh Hevi Fauzan, berakun Twitter di @pahepipa, admin instagram @BandungTraveler dan @SejarahBandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *