Mencari Hilal di Bandung Tempo Dulu


Pernah di kota Bandung, pencarian hilal dilakukan secara mandiri. Di tahun 1930-an itu, para ahli agama mengintip hilal terutama di masjid Kaum Cipaganti. Langit saat itu begitu mendung dan sesekali diselingi rintik hujan. Kegiatan mengintip hilal di tengah kota pun gagal. Padahal para penduduk Bandung sudah menunggu “dulag fitrah”, sebelum mereka berbelanja kebutuhan atau membayar zakat fitrah.

Kabar keberadaan hilal yang menandakan datangnya hari raya, tiba pada malam hari. Kabar dari daerah sekitar seperti Cianjur atau Batavia tersebut, sampai di Bandung sekitar pukul 22.00. Para opas kabupaten dan petugas kaum dengan tiba-tiba memasuki kampung-kampung untuk mengumumkan datangnya bulan Syawal, dengan cara memukul gong kecil.

Sontak, para penduduk langsung berhamburan. Para ibu memburu pasar dan warung yang tiba-tiba dibuka kembali, untuk membeli semua keperluan lebaran. Sementara para bapak memburu lebe atau amil untuk menunaikan zakat fitrah.

Cerita ini dapat kita baca di bukunya almarhum Haryoto Kunto berjudul Ramadan di Priangan Tempo Dulu.

Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir dan batin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *